Saturday, October 31, 2009

Flow - Sign




I realize the screaming pain
Hearing loud in my brain
But I'm going straight ahead with the scar

Can You Hear Me
Can You Hear Me
Can You Hear Me (So am I)

Wasurete shimae baii yo kanji nakunacchaewaii
Surimui ta kokoro ni futao shitanda

Kizutsui tatte heikidayo mou itami wa nai kara ne
Sono ashiro hikizuri nagara mou wo

Mirushinatta jibun jishin na
Oto wo tatete kuzureteitta
Kizukeba kaze no oto dake ka

Tsutae nikitayo kisuato tadokke
Sekai ni oshi tsufu sarete shimau mae ni
Oboeteru kara namida no sora o
Ano itami ga kimi no koto o mamotte kereta
Sono itami ga itsumo kimi o mamotterunda

Can You Hear Me? (So am I)

click link dibawah untuk mendownload

Read more »

*Warninya Warna dalam Bahasa Jepang





Tentang kata 'colors'..
Pada tahun 1994, ada Colors of the Wind dan Reflection di tahun 1998. Sedangkan di tahun 2005, ada Colours of Friends dan Colors of Johohoho di tahun 2007. Masih di tahun yang sama [kalau saya tidak salah
:astig:] ada Colors of the Rainbow. Nah, kalau di tahun 2009 ini.. Bagaimana kalau saya membuat tulisan berkaitan dengan warna dalam Bahasa Jepang? :ahaha:

Japanese Colors.. Colors in Japanese.. Basic Colors in Japanese.. Variation Colors in Japanese..
Ah, kok saya jadi bingung? Saya kan tidak mungkin menuliskan semua warna dalam Bahasa Jepang? Humm.. Lil Things about Colors in Japanese.. Humm.. Humm.. Cari yang gampang saja deh. Warninya Warna dalam Bahasa Jepang.. :D'


Dalam Bahasa Jepang, warna terbagi dalam dua kelas. Yaitu, kata sifat dan kata benda. Kata sifat yang dimaksud adalah yang berakhiran ~i. Sedangkan sebagian warna yang termasuk ke dalam kata benda merupakan kosakata yang diadaptasi dari Bahasa Inggris.

Untuk mengetahuinya, kita perhatikan satu-satu yuk!

Macam-macam warna yang termasuk ke dalam kata sifat berakhiran ~i misalnya:
~ Akai: merah
~ Shiroi: putih
~ Kuroi: hitam
~ Kiiroi: kuning
~ Aoi: hijau atau biru


Bila kita ingin menggabungkannya dengan kata benda lainnya, maka kata sifat ini ditaruh di depan kata benda. Contoh:
- Kuroi kaban: tas berwarna hitam
- Shiroi hana: bunga berwarna putih

Macam-macam warna ini rupanya juga dapat diubah ke bentuk kata benda. Yaitu dengan cara menghilangkan akhiran ~inya. Tetapi untuk menggabungkan kata sifat [yang sudah berubah menjadi kata benda] ini dengan kata benda lainnya, maka kita perlu menambahkan partikel no di tengah-tengahnya. Walaupun kata sifat ini sudah berubah menjadi kata benda, hal ini tidak merubah makna warna tersebut.

Contoh:
- Aka no hon: buku berwarna merah
- Ao no kutsu: sepatu berwarna hijau

Tapi ada pengecualian untuk beberapa kata dimana kita tidak perlu menambahkan partikel no di tengah-tengahnya, misalnya:
- Aozora: langit biru
- Ao shingou: lampu hijau
- Aka shingou: lampu merah
- Kurokami: rambut hitam
- Akatsuki: senjakah, bulan merahkah, nama suatu kelompok dalam cerita Narutokah.. Subuh.


..
Ini cuma kesimpulan pribadi tentang bentuk negatif dari warna. Kesimpulan yang mungkin bisa sedikit menyesatkan. Jadi untuk kepastiannya, silahkan diresapi nuansanya masing-masing yaa.. :D

- Kurokunai: tidak hitam
- Kuro janai: hitam bukan?
..

Sekarang mari kita lanjutkan ke macam-macam warna yang tergolong dalam kata benda. Misalnya:

~ Chairo: cokoreeto coklat
~ Hairo: abu-abu
~ Daidai-iro: orange >> jingga
~ Mizuiro: hijau
~ Murasaki: ungu
~ Midori-iro: hijau [yang berhubungan dengan alam]
~ Pinku: merah jambu
~ Nebii buru: navy blue >> biru tua
~ Guree: grey >> abu-abu
~ Guriin: green >> hijau
~ Beeju: beige >> kuning abu-abu
~ Rabendaa: lavender >> lembayung
~ Ai*: blue jeans.. indigo.. nila
*walaupun berakhiran ~i, tapi saya kira warna yang satu ini masuk ke golongan kata benda



Dalam Bahasa Inggris, kita juga sering menambahkan ~ish pada warna. Misalnya, whitish, pinkish, yellowish. Nah, dalam Bahasa Jepang pun ada hal yang serupa. Yaitu dengan cara menambahkan ~ppoi di belakang kata warna tersebut. Atau dengan kata lain, si ~ppoi ini memiliki makna yang sama dengan ~ish. Misalnya:

- Shiroppoi: keputih-putihan
- Akappoi: kemerah-merahan
- Kuroppoi: kehitam-hitaman


Mulanya saya kira untuk menyambung dua warna yang berbeda, maka cukup disambung dengan ~kute, misalnya shirokute kuroi, sama halnya ketika saya menyambung dua kata sifat misalnya, amakute oishii. Tapi rupanya saya keliru.
Yang benar adalah: shiro to kuro.

Lalu bagaimana halnya kalau warna tersebut dirubah ke dalam bentuk lampau?
Gampang :D

- Shiro to kuro deshita
- Ai to ao no kutsu deshita

Bila ingin menyebutkan warna sebagai subyek atau obyek dari predikat, maka si warna ini haruslah berbentuk kata benda.

Misalnya:
- Kuro ga ii desu.
- Ao ga suki desu ka?


:: Nyontek dari The Complete Japanese Adjective Guide dari Ann Tarumoto

Apa saja warna pelangi itu? Aka, daidai, ki, midori, ao, ai, murasaki wa niji no iro desu. :D




Murasaki.. Murasaki.. Murasaki Shikioribu..
Murasaki Shikibu adalah nama julukan seorang penulis perempuan terkenal Jepang pada zaman Heian sekitar seribu tahun yang lalu. Tapi saya kira saya tidak bermaksud membahasnya. Saya cuma teringat pada satu warna kesukaan sahabat perempuan saya. Ya si murasaki ini. Padahal seperti banyak plesetan yang berkembang dalam pergaulan mengatakan, bahwa warna ungu itu warna janda ^^

Pertanyaannya adalah: Kenapa bisa begitu ya?
Ah, tak tahulah apa penyebabnya. Tetapi untuk nyamannya, sahabat dan saya sepakat bahwa murasaki ini mencerminkan kesetiaan :D

Menurut seorang teman Jepang, murasaki adalah warna yang istimewa. Jadi cuma kalangan tertentu saja yang dapat memakainya. Misalnya, raja.


Lalu bagaimana dengan warna kesukaan saya?

Warna kesukaan saya adalah daidai-iro.
Berhubung salah satu arti dari dai itu adalah 'yang paling', jadi kalau dipelesetkan mungkin menjadi ‘warna yang paling-paling’ :D

Banyak orang menganggap bahwa daidai-iro adalah salah satu warna yang ngejreng. Atau mungkin memang yang paling ngejreng barangkali. Entahlah. Tapi bagi saya daidai-iro mencerminkan keceriaan :D

It just like when I see sunflower sunrise. At that time I would say to my self, "Ohayou! This is a new day! Don’t you think it’s a bright day? Let's start new things together!”
..
Sepertinya saya berlebihan..^^ (my.opera.com/m_ulan_n/blog)
Read more »

Sedikit Variasi 'you' dalam Bahasa Jepang



Berbicara tentang ~you dalam Bahasa Jepang, rupanya ia memiliki beberapa variasi. Atau dalam hal ini mungkin akan lebih cocok dikatakan bahwa fungsi ~you dapat dipasangkan dengan fungsi pola kalimat lain untuk mendapatkan arti dan makna yang lain lagi.

Ini dia..


~no you da

Contoh:
Kare wa Indoneshia-go ga umakute maru de Indoneshia-jin no you da.
Orang itu Bahasa Indonesianya pintar seperti orang Indonesia.

Takara kuji ni ataru nante yume no you da.
Mendapatkan lotre itu seperti mimpi.

Kesimpulan:
~You di sini berarti 'seperti'.
*Maru de: Seperti [dilihatnya hampir sama]


Mulanya saya kira pengertian ‘seperti’ dan ‘mirip’ itu sama. Ternyata saya keliru.

Contoh:
Tarou no kao ga chichi no you da.

Yang benar adalah:
Kodomo no kao ga dandan chichi ni nite kimashita.
Wajah seorang anak mirip dengan ayahnya.

Jadi saat membuat kalimat ‘mirip’, memakai ~nite iru [mirip] atau ~nite kuru
[lebih/sangat mirip].
*Dandan: sangat



~you na

Contoh:
Tsuki no you na marui kao.
Wajah bulat seperti bulan.

Kesimpulan: ~you na di sini berfungsi untuk menunjukkan 'seperti'.



~you ni

Contoh:
Nihongo ga hanaseru you ni, mainichi renshuu-shimasu.
Saya tiap hari berlatih supaya bisa berbicara Bahasa Jepang.

Wasurenai you ni nooto ni kaite kudasai.
Supaya tidak lupa, tolong catat di note ya.

Kesimpulan:
Pemakaian ~you ni di atas diartikan 'supaya'.
Kata kerja yang mengikuti ~you ni ini berbentuk kata kerja biasa.



~you ni naru

Biasanya untuk menyatakan 'perubahan’ atau ‘sudah menjadi', pola kalimat yang dipakai adalah ~naru.

Contoh:
Yatto sono futari wa ureshikunarimashita
.
Akhirnya kedua orang itu bahagia.
>> [konjugasi kata sifat berakhiran ~i]

Kusuri o nonda ato Obaa-chan wa genki ni narimashita.
Setelah minum obat, Nenek sembuh.
>> [konjugasi kata sifat berakhiran ~na]

Sotsugyou shita node -atau sotsugyou shita ato- kanojo wa kangofu-san ni narimashita.
Setelah lulus, ia menjadi perawat.
>> [untuk kata benda]


Tetapi untuk membuat kalimat dengan kata kerja bentuk potensial [bisa] + ~naru, maka perlu diimbuhi ~you ni.

Contoh:
Kanji ga yomeru you ni narimashita
Saya sudah bisa membaca kanji.

Chotto 'ralat' ka naa..
Sewaktu menjelaskan, Botuna-sensee memakai ‘terebi no Nihongo. Tetapi di sini saya merubahnya menjadi ‘Nihongo no terebi. Semoga saya tidak keliru ya :D


Yatto terebi no Nihongo ga wakaru you ni narimashita.
Akhirnya saya mengerti [menonton] televisi berbahasa Jepang.

Meskipun wakaru bukan termasuk kata kerja bentuk potensial [kanou-kei], tetapi kata ini bisa dipakai untuk pola ~you ni. Karena pola ini dapat menunjukkan sebuah perubahan.
Sering kali pula kalimat ini diimbuhi dengan kata keterangan yatto yang artinya, ‘akhirnya’.
Kemudian, karena tadi kata ini kita terjemahkan 'Sekarang saya sudah bisa ~~', dengan tujuan yang sama, pola ini juga bisa dipakai dalam kalimat tanya “Apakah anda sekarang sudah bisa ~~?”

Contoh:
Nihongo de denwa ga kakerareru you ni narimashita ka?
Apakah sekarang anda sudah bisa menelepon dalam Bahasa Jepang?

Hai, kakerareru you ni narimashita.
Ya, sudah bisa.

Iie, mada kakeraremasen.
Belum, masih belum bisa. <<>

Nihongo ga hanaseru you ni narimashita ka?
Apakah anda sekarang sudah bisa berbicara Bahasa Jepang?

Meskipun penerjemahannya demikian, hal ini tidak bisa seenaknya kita samakan dengan:
Mou Nihongo ga hanasemashita ka?

Pola Bahasa Jepang semacam di atas rasanya tidak lazim dipakai. Jadi untuk menyatakan perubahan, pola yang sering digunakan adalah ~you ni naru. Sehingga, kalau ingin berkata, “Ingin bisa bicara Bahasa Jepang”, maka:

Nihongo ga hanasetai atau Nihongo o hanasu koto ga dekitai.

*Nihongo ga hanaseru you ni naritai desu.
Saya ingin bisa berbicara Bahasa Jepang.


Oh ya, ini ada sedikit contoh kalimat selingan tentang kalimat ~naru dan ~suru yang mengandung unsur 'menjadi, menjadikan atau membuat' yang berhubungan dengan perasaan. Kalimat ini mungkin sekilas tampak mudah tapi bagi saya cukup rancu..

"Karena tidak ada kabar berita, membuatku [jadi] cemas." *huuhuhu..
>> Renraku ga nakute, totemo shinpai shimashita.
Atau:
Renraku ga nakute anata no koto ga shinpai ni narimashita.

“Aku akan membuatmu bahagia”.

Botuna-sensee berkata, kalimat ini seperti lagu-lagu saja :D’. Sementara saya mengira, kalimat semacam ini memang sering kita jumpai pula di film-film, misalnya. Tetapi karena mungkin kalimat yang saya buat belum terdengar alami di telinga orang Jepang, jadi beliau menerjemahkannya seperti di bawah ini.

Shiawase ni suru yo!

Eh, tapi anatanya mana ya?
Ah, ya sudahlah. Namanya juga topik selingan.



~you ni suru

Contoh:
Shigoto ga isogashikutemo, 10-ji made ni kaeru you ni shite imasu.
Meskipun pekerjaan sibuk, saya usahakan pulang paling lambat jam 10.

Di sini, shimasu menjadi shite imasu karena menunjukkan suatu kegiatan yang masih dilakukan sampai saat ini.

A: Amai mono wa tabenai’n desu ka?
Anda tidak makan makanan yang manis-manis, ya?

B: Ee, dekiru dake tabenai you ni shite iru’n desu.
Ya, sebisa mungkin saya usahakan tidak makan.

Kesimpulan:
Pada pola ini mengandung unsur 'usaha'. Karenanya, maka terkadang dipakai pula frase: dekiru dake [sebisa mungkin].

Contoh lain dalam kalimat perintah:
Motto yasai o taberu you ni shite kudasai.
Usahakanlah untuk makan lebih banyak sayur ya.

Zettai ni pasupooto o nakusanai you ni shite kudasai.
Tolong passport-nya jangan sampai hilang.

Jadi, untuk kalimat peringatan dengan bentuk kalimat negatif, kadang muncul pula kata keterangan zettai ni yang fungsinya untuk memberi penekanan lebih kuat. Sedangkan motto juga kata keterangan yang artinya ‘lebih’.

.......

Haa.. Akhirnya tulisan edit ini selesai juga dehh.. Lega rasanya.

Tapi saya kira pembahasan di atas masih banyak kekurangan. Walau begitu, paling tidak, saya bisa sedikit lebih mengerti tentang variasi ~you ni dalam Bahasa Jepang ini.

A, satu lagi ucapan terima kasih saya untuk Nyoman-senseii, seorang asli Jepang yang rupanya juga mahir berbahasa Indonesia dan sepertinya menyukai Pulau Bali. Beliau berbaik hati memberikan beberapa contoh kalimat tambahan tentang ~you ni, ~ku naru, ato dan satu-dua lainnya. (my.opera.com/m_ulan_n/blog)

Read more »

*Cara Mengungkapkan Keinginan atau Pengharapan Dalam Bahasa Jepang



Sumber: Namiko Abe (my.opera.com/m_ulan_n/blog)


Dalam Bahasa Jepang, ada dua cara untuk mengungkapkan pengharapan atau keinginan. Ketika satu keinginan berkaitan dengan benda [misalnya: Saya ingin sebuah mobil, saya ingin uang dan lain-lain] maka yang dipakai adalah hoshi.

Contoh:

1.Kuruma ga hoshii desu. Saya ingin mobil.
2.Sono hon ga hoshii desu. Saya ingin buku.


Tapi ketika keinginan seseorang berkaitan dengan suatu aktivitas, [saya ingin pergi, saya ingin makan dan lain-lain], maka stem ~tailah yang dipakai.

Misalnya:

1. Sono kuruma o kaitai desu. Saya ingin membeli mobil.
2. Sono hon o yomitai desu. Saya ingin membaca buku.


Dalam situasi yang tidak resmi, akhiran desu bisa dihilangkan.

Misalnya:
1. Okane ga hoshii. Saya ingin uang.
2. Nihon ni ikitai. Saya ingin pergi ke Jepang.

Dua pola kalimat di atas cuma dipakai oleh orang pertama dan untuk bertanya pada orang kedua.
Ketika menggambarkan keinginan orang ketiga, dipakailah hoshigatte imasu atau stem kata kerja ~tagatte imasu.

Kamera ga hoshii desu. Saya ingin kamera.
Menjadi:
Ani wa kamera o hoshigatte imasu. Kakak [laki-laki saya] ingin kamera.

Kono eiga o mitai desu. Saya ingin menonton film ini.
Menjadi:
Ken wa kono eiga o mitagatte imasu. Ken ingin menonton film ini.


Perlu diingat, bahwa obyek hoshii ditandai dengan partikel ga, sedangkan obyek hoshigatte imasu ditandai dengan partikel o.
Ungkapan ~tai tidak normal dipakai untuk menanyakan keinginan atasan kita/seseorang yang memiliki jabatan di atas kita.
Read more »

*Angka Keberuntungan dan Angka Kesialan dalam Budaya Jepang



Tampaknya setiap kebudayaan memiliki angka keberuntungan dan kesialannya masing-masing. Di Jepang, angka empat dan Sembilan diketahui sebagai agka kesialan karena cara pengucapan keduanya. Angka empat diucapkan shi yang memiliki kesamaan pengucapan dengan kematian. Angka Sembilan diucapkan ku yang memiliki kesamaan pengucapan seperti penderitaan atau penyiksaan.

Selain itu tidak ada pula tempat duduk nomor 4, 9, 13 dalam pesawat terbang di The All Nippon Airways [kenapa tulisannya dibuat kapital ya? Itu maksudnya nama sebuah pesawat terbang atau artinya ‘semua pesawat terbang Jepang’..].

Di sisi lain, nomor 8 dianggap sebagai sebuah angka keberuntungan. Ini dikarenakan bentuk dari karakter kanji angka 8 itu sendiri. Dua stroke yang besar di bawah seperti menunjukkan saat yang lebih baik atau hal-hal yang lebih baik di masa depan. << [lho kok jadi membicarakan angka 8? ^^]

Lanjuut..

Angka tujuh muncul sebagai angka keberuntungan universal atau angka yang suci. Ada banyak terminologi yang termasuk ke dalam angka tujuh., misalnya: tujuh keajaiban dunia, tujuh dosa yang mematikan, tujuh kebajikan, tujuh samudera, tujuh hari dalam seminggu, tujuh warna spektrum [maksudnya, warna pelangi, mungkin ya :D], tujuh kurcaci dan lain-lain.
“Tujuh Samurai” [Shichi-nin no Samurai] adalah film klasik jepang yang disutradarai oleh Akira Kurosawa yang kemudian dibuat ulang ke dalam judul “The Magnificent Seven [maksudnya, Si Tujuh Yang Mengagumkan, bukan yah :D]. Agama Budha mempercayai pada tujuh reinkarnasi. Orang-orang Jepang merayakan tujuh hari setelah kelahiran si bayi, dan masa berkabung selama tujuh hari dan tujuh minggu setelah kematian.


Shichi-fuku-jin

Shichi-fuku-jin [adalah dongeng Jepang tentang Tujuh Dewa Keberuntungan. Para dewa yang lucu-lucu ini sering digambarkan mengendarai kapal laut berharga [takarabune]. Mereka menjaga berbagai barang ajaib seperti sebuah topi yang tak kelihatan, kain brokat gulung, dompet yang tidak ada habis-habisnya [:D], sebuat topi hujan keberuntungan, jubah bulu burung, kunci-kunci untuk masuk ke dalam rumah berharta karun dan buku-buku penting dan banyak gulungan.

Di bawah ini merupakan nama-nama istimewa dari para Shichi-fuku-jin tersebut.

>> Daikoku adalah dewa kesehatan dan pertanian.
Ia membawa sebuah tas besar berisi harta karun di punggungnya dan uchideno-kozuchi [palu keberuntungan] di tangannya.

>> Bishamon adalah dewa perang dan prajurit.
Ia memakai baju baja, penutup kepala dan sebuah pedang di lengannya.

>> Ebisu adalah dewa dari para nelayan dan kesehatan.
Ia menjaga sebuah tai merah yang besar [jenis ikan segar di Eropa genus Abramis] dan batang kayu untuk memancing.

>> Fukurokuju adalah dewa panjang umur.
Ia memiliki kepala botak yang panjang dan janggut putih.

>> Juroujin adalah dewa panjang umur yang lainnya.
Ia memakai* janggut putih yang panjang dan topi pelajar dan sering ditemani oleh seekor rusa yang merupakan utusannya.

>> Hotei adalah dewa kebahagiaan.
Ia memiliki wajah yang ceria dan memilki perut yang gembul.

>> Benzaiten adalah dewi musik.
Ia menjaga sebuah biwa [mandolin buatan Jepang].


Nanakusa

Nanakusa artinya tujuh tumbuhan. Di Jepang, ada semacam tradisi untuk memakan nanakusa-gayu [bubur nasi yang terdiri dari tujuh tumbuhan] pada tanggal 7 Januari. Tujuh tumbuhan ini disebut haru no nanakusa [tujuh tumbuhan dari musim semi]. Ini dikatakan bahwa tumbuh-tumbuhan ini akan menghilangkan setan dari tubuh dan mencegah penyakit. Juga, orang-orang Jepang biasanya makan dan minum terlalu banyak pada Tahun Baru, [jadi yang dibutuhkan adalah] makanan ideal yang ringan dan sehat dengan banyak vitamin.

Selain itu juga ada aki no nanakusa [tujuh tumbuhan dari musim gugur] tapi biasanya mereka tidak dimakan dan digunakan sebagai hiasan untuk merayakan panjangnya siang dan malam [selama] seminggu atau bulan purnama di September.

>> Haru no Nanakusa – Seri [Japanese parsley], Nazuna [shepherd’s purse], gogyou, hakobera [chickweed], Hotokenoza, Suzuna, Suzushiro.

>> Aki no Nanakusa - Hagi [bush clover], Kikyou [Chinese bellflower], ominaeshi, Fujibakama, nadeshiko [pink], Obana [Japanese pampas grass], Kuzu [arrowroot].


Pepatah yang Mengandung Angka Tujuh

“Nana-korobi Ya-oki secara harfiah berarti “jatuh tujuh bangkit delapan” [eh atau "tujuh jatuh bangkit delapan" ya? :D]. Kehidupan itu ada pasang surutnya, maka dari itu dibutuhkan keberanian untuk terus maju tak peduli beratnya kehidupan yang dijalani tersebut.
Shichiten-hakki adalah satu dari yoji-jukugo [gabungan empat karakter kanji] juga memiliki makna yang sama.


Di bawah ini tentang tujuh dosa besar yang mematikan [menurut budaya Jepang]..

>> Kebanggaan [Kouman]
>> Ketamakan [Donyoku]
>> Cemburu/Iri Hati [Shitto]
>> Kemurkaan [Gekido]
>> Nafsu Birahi [Nikuyoku]
>> Kerakusan [Boushoku]
>> Kemalasan [Taida]


Dan tujuh kebajikan..

>> Kepercayaan [Shinnen]
>> Harapan [Kibou]
>> Derma/Amal [Jizen]
>> Keuletan/Ketabahan
>> Keadilan [Seigi]
>> Kesederhanaan [Sessei]
>> Kebijaksanaan [Shinchou]

___

Wadduh.. Kok sulit sekali ya menerjemahkan artikel ini.. Sampai-sampai ada beberapa kalimat yang sengaja dibiarkan tetap dalam Bahasa Inggris saking mentoknya.. >_<

Empat, tujuh, tiga belas.. Haa..

Maap beribu maapp kalau masih ada kesalahan teknis dalam penerjemahan.. :Dv (my.opera.com/m_ulan_n/blog)
Read more »

*Meminta Maaf dalam Budaya Jepang



Secara umum, mengenai kata maaf, entah kenapa saya pribadi sering [sekali] mengucapkannya.

~~~~
Secara khas, orang-orang Jepang menyatakan permintaan maaf lebih sering dibanding orang Barat. Mungkin hal ini disebabkan adanya perbedaan kebudayaan di antara keduanya. Orang Barat tampak enggan untuk mengakui kegagalan mereka. Sejak meminta maaf berarti mengakui kegagalan atau kesalahan seseorang, maka hal itu dianggap bukan yang terbaik dilakukan bila masalah tersebut dapat diselesaikan melalui meja pengadilan.

Meminta maaf dianggap sebagai suatu kebajikan di Jepang. Meminta maaf menunjukkan bahwa seseorang bertanggung jawab [pada sesuatu hal] dan menghindari situasi saling menyalahkan satu sama lain. Ketika seseorang meminta maaf dan menunjukkan penyesalannya, maka orang Jepang bersedia memaafkan. Bila dibandingkan dengan negara Barat, maka di Jepang jarang ditemukan kasus pengadilan.
Ketika meminta maaf, orang Jepang sering menundukkan badan. Semakin anda merasa bersalah, semakin dalamlah anda menundukkan badan.

Di bawah ini merupakan beberapa pernyataan untuk meminta maaf.

Sumimasen
Mungkin ini adalah ungkapan yang paling umum untuk menyatakan permintaan maaf. Beberapa orang Jepang mengucapkannya sebagai “Suimasen”. Sejak “Sumimasen” dapat digunakan dalam beberapa situasi yang berbeda [ketika meminta sesuatu, berterima kasih pada seseorang dan lain-lain], dengarkan baik-baik pada kalimat yang diucapkan. Kalau anda meminta maaf pada sesuatu yang telah anda lakukan, “Sumimasen deshita” dapat digunakan.

Moushiwake arimasen
Ungkapan ini bersifat sangat formal. Biasanya diucapkan pada orang yang kedudukannya lebih tinggi dibanding kita. Ungkapan ini menunjukkan perasaan yang lebih kuat dibanding “Sumimasen”. Ketika anda meminta maaf pada sesuatu yang telah anda lakukan, “Moushiwake arimasen deshita” dapat digunakan. Sama seperti “Sumimasen”, “Moushiwake arimasen” dapat digunakan pula untuk mengungkapkan terima kasih.

Shitsurei shimashita
Ungkapan ini formal, tapi kesannya tidak sekuat seperti “Moushiwake arimasen”.

Gomen nasai
Ungkapan ini bersifat umum. Tidak seperti “Sumimasen”, penggunaannya terbatas untuk meminta maaf saja. Sejak kesan yang dimiliki kurang formal dan terkesan seperti kekanak-kanakan jadi tidak cocok bila digunakan pada orang yang lebih tinggi kedudukannya.

Shitsurei
Memiliki tingkatan yang biasa. Ungkapan ini biasanya digunakan dalam bahasa laki-laki. “Shitsurei” juga dapat berarti “Permisi”.

Doumo
Bersifat umum. Ungkapan ini juga dapat digunakan untuk menyatakan “Terima kasih”.

Gomen
Tingkatannya sangat biasa. Penambahan dengan partikel akhiran “Gomen ne” atau “Gomen na” [bahasa laki-laki] juga digunakan. Ungkapan ini hanya dapat digunakan kepada teman dekat atau anggota keluarga.

__
Sumber: Artikel Namiko Abe (my.opera.com/m_ulan_n/blog)
Read more »

Liburan Musim Panas di Jepang*



Sumber: NUANSA [Buletin Informasi dari Pusat Kebudayaan Jepang]
Oktober- November 2000

Penulis: -

Waku-waku Nihongo

Liburan adalah hal yang diidam-idamkan oleh semua anak sekolah. Bisa bebas dari segala tugas, bisa bebas dari deringan weker tiap pagi, bisa bebas dari pusing memikirkan ulangan, pokoknya asyik. Natsu [musim panas] di Jepang berlangsung dari bulan Juli sampai September. Belajar di tengah udara yang panas dan lembab memang tidak menyenangkan, jadi diadakanlah liburan musim panas dari 20 Juli sampai 31 Agustus.

Akan tetapi jangan bayangkan natsu yasumi [liburan musim panas] di Jepang sama dengan liburan cawu di negara kita. Para murid sudah dibekali buku doriru [buku latihan] yang harus dikerjakan selama natsu yasumi. Selain itu, ada tugas kansatsu nikki [buku harian observasi], yaitu mencatat suatu pertumbuhan suatu tanaman. Segala pernik tugas itu memang mengganggu keindahan liburan, tetapi baiklah kita masih bisa menghemat baterai jam weker selama natsu yasumi.

Tetapi benarkah begitu? Ternyata tidak, setiap murid dibekali kaado [kartu] yang akan distempel oleh pelatih rajio taisou [senam pagi dengan gerakan dari waktu yang seragam] di seluruh negara, serta musik yang dialunkan melalui radio]. Barang siapa rajin mengikuti senam ini akan mendapat hadiah dari sekolah. Bukti dari keikutsertaan ini adalah terteranya stempel pelatih di kartu. Semakin banyak stempel tertera semakin banyak peluang mendapatkan penghargaan tertinggi. Senam ini diadakan di tempat yang ditunjuk. Caranya? Para murid yang tinggal di daerah itu [dari sekolah yang berbeda-beda] setiap pagi di musim panas mengikuti senam bersama-sama, setelah itu ia akan mendapatkan tanda tangan [stempel] dari pelatih. Kemudian kartu yang sudah dibubuhi stempel dibawa ke sekolah pada saat liburan sekolah sudah berakhir, dan pihak sekolah akan memberi pengharagaan atas kerajinan bangun pagi selama natsu yasumi. Seakan masih belum cukup dengan tugas sekolah, selain itu tidak sedikit juga anak yang mengikuti kursus/les selama natsu yasumi.

Panas dan lembabnya udara ditambah dengan tugas sekolah membuat natsu menjadi musim yang mungkin menjadi teramat menyebalkan bagi anak-anak sekolah di Jepang. Namun, sebenarnya ada sisi yang bisa dinikmati juga. Selama natsu ada berbagai acara yang diselenggarakan. Hanabi taikai [pesta kembang api], misalnya. Langit natsu dihiasi kembang api hampir tiap malam. Selain itu ada juga pasar malam. Ada bayak makanan khas natsu, misalnya wata ame [gulali] ringo ame [apel yang dicelup dengan gula], juga permainan seperti kingyo sukui [‘menyelamatkan ikan mas’]. Dengan membayar sejumlah uang kita akan diberi baskom kecil dan sebuah sendok kertas. Dengan peralatan itu kita ‘menyelamatkan ikan mas yang kecil-kecil di satu kolam kecil yang disediakan. Sudah tentu sendok kertas itu akan cepat sobek terkena air. Tapi di situlah letak keunikannya. Bagi mereka yang lihai, sendok kertas itu dapat berubah menjadi sekop besi, sehingga ikan yang diperoleh dengan sedikit uang pun berjumlah banyak.

Berhubung panas, biasanya saat festival musim panas natsu matsuri dibagikan uchiwa [kipas berbentuk agak bulat dan difungsikan bagai kipas tukang sate]. Uchiwa ini sekaligus berfungsi sebagai iklan karena yang membagikannya adalah perusahaan-perusahaan termasuk stasiun televisi. Sudah tentu nama perusahaan pun tertera di permukaan kipas cantik tersebut. Tentunya ada juga yang menjual uchiwa. Gambarnya beraneka ragam, ada yang bertuliskan kanji matsuri, ada yang bergambar Doraemon, Hello Kitty dan lain-lain.

Rumah-rumah dihiasi fuurin, lonceng yang biasanya terbuat dari kaca. Bunyinya yang merdu kala ditiup angin membawa kesejukandi hati. Selain itu, kita bisa melihat orang-orang memakai yukata di setiap natsu matsuri [festival musim panas]. Dari tua sampai muda, laki-laki maupun perempuan. Warna-warninya menghiasi malam-malam natsu.

Satu hal yang tidak bisa dikatakan tidak ada di Indonesia, di Jepang, selama musim panas biahooru [beer hall] adalah tempat yang popular. Kantin kampus pun bisa berubah menjadi biahooru pada sore hari menjelang malam selama biahooru. Di biahooru orang bisa minum bir dengan harga yang cukup terjangkau dalam jumlah yang tidak sedikit. Orang yang mabuk pun merupakan pemandangan tersendiri yang khas natsu. Konon, cemilan yang paling cocok untuk menemani bir adalah edamame [kacang kedelai] rebus.

Satu lagi yang ada saat natsu, obon yasumi [liburan untuk berziarah ke makam keluarga]. Biasanya sekitar pertengahan Agustus, Obon sendiri dirayakan tanggal 15 Agustus. Selama natsu, harga tiket pesawat lebih mahal dibandingkan harga yang biasa, tetapi dalam satu minggu menjelang dan sesudah obon harganya bisa lebih mahal lagi. Tidak mengherankan karena pada masa inilah orang tua dapat berlibur bersama anak-anaknya.

Pada obon yasumi ini diadakan obon odori, tarian yang dipersembahkan untuk arwah nenek moyang yang ditarikan di depan umum. Bagi orang Jepang yang terkenal sebagai hataraki hachi [‘lebah pekerja’, perumpamaan], natsu yang mushimushi membuat semangat untuk beraktivitas turun. Untuk menambah energi, maka makanan untuk mengatasi natsubate adalah unagi [semacam belut]. Unagi diyakini mengandung banyak vitamin B yang memberikan daya tahan tubuh dan meningkatkan semangat kerja. Kemudian, bagi mereka yang kelebihan berat badan, mungkin natsu adalah kabar baik. Karena nafsu makan hilang sehingga terjadi natsu yase . Apakah kemudian nafsu ini meningkat lagi setelah masuk aki [musim gugur] yang dikenal sebagai shokuyoku no aki , adalah perkara lain.

Setelah melihat musim panas di Jepang, apa yang anda pikirkan tentang musim kemarau di Indonesia? Kurang meriah? Ah, tidak juga. Bukankah kita punya 17 Agustus dengan berbagai kegiatan seperti panjat pinang, lomba karung yang tak kalah seru? Meskipun kita tak punya banyak kembang api, tetapi cobalah tengok langit musim kemarau, layang-layang beragam bentuk dan warna menemani mega-mega, indah bukan?

Sebagai penutup, saya hanya ingin mengingatkan, kalau bertamasya ke Jepang pada natsu jangan lupa membawa katori senkou. Soalnya, nyamuk-nyamuk yang tak beradaya pada musim yang dingin kini menadadak bangkit dan berpesta-pora. Jangan heran juga jika iklan obat nyamuk di TV tidak ditayangkan sepanjang tahun.
(my.opera.com/m_ulan_n/blog)
Read more »

"I love You" dalam Bahasa Jepang



Salah satu frase yang terkenal mungkin adalah ‘Aku mencintaimu’.
Dalam Bahasa Jepang, ‘cinta’ berarti 'ai', dan bentuk kata kerja ‘mencintai’ adalah 'ai suru'. “Saya mencintaimu dapat pula diterjemahkan sebagai ”aishite imasu”. “Aishiteru”, “aishiteru yo” atau “aishiteru wa” [gaya bicara perempuan] biasanya dipakai dalam percakapan. Walau bagaimanapun, orang Jepang tidak berbicara “saya mencintaimu” sesering yang dilakukan orang Barat dikarenakan adanya perbedaan kebudayaan. Saya tak akan terkejut bila sekalangan orang Jepang mengatakan bahwa mereka tak pernah menggunakan ekspresi semacam ini dalam hidup mereka.

Orang Jepang umumnya tidak mengekspresikan perasaan cinta mereka secara terbuka. Mereka percaya bahwa cinta dapat diekspresikan melalui tingkah laku. Ketika mereka menuangkan perasaan mereka melalui kata-kata, biasanya dipilih frase “suki desu”. Ini dapat berarti, “menyukai”. “Suki da”, “suki dayo” [gaya bicara lelaki] atau “suki yo” [cara bicara perempuan] adalah ungkapan dalam pergaulan sehari-hari. Sebenarnya banyak variasi pada frase yang satu ini termasuk dialek dari suatu daerah [hogen]. ‘Suki yanen’ adalah salah satu versi dari dialek Kansai. Sejak frase ini dapat juga berarti ‘saya menyukainya’ [nya  merujuk pada suatu benda], dank arena kepopuleran dialek Kansai, frase ini dipergunakan sebagai nama produk mi sup instant [lihat gambar di bawah].

Contoh produk mi sup instan

Kalau anda sangat menyukai seseorang atau sesuatu, ‘dai [yang berarti, besar]’ bisa ditambahkan sebagai prefiks yang kemudian diucapkan ‘daisuki desu.’

Ada kata lain untuk menggambarkan “cinta” yaitu “koi”. Karakter kanji [hati] termasuk bagian dari dua kanji. Bandingkan beberapa karakter kanji di bawah ini [dari kiri “kokoro”, “ai” dan kanji “koi”].


Kanji "kokoro", "ai" dan "koi"

Kasarnya, dalam Bahasa Inggris, baik ‘ai’ dan ‘koi’ dapat diterjemahkan menjadi ‘cinta’. Walau bagaimana pun, keduanya memiliki sedikit perbedaan nuansa.

“Koi” adalah perasaan cinta yang berlawanan dengan nafsu seks, atau suatu suatu kerinduan untuk orang tertentu. Ini dapat digambarkan sebagai “asmara” atau “cinta yang menggelora”. Ketika ‘ai’ memiliki persamaan makna dengan “koi”, Hal ini juga memiliki pengertian umum tentang perasaan cinta. “Koi” dapat egois, tapi “ai” adalah cinta yang sesungguhnya. Di bawah ini adalah perbedaan yang dapat menjelaskan keduanya dengan baik.

Koi selalu mengharap. Ai selalu memberi.

“Rennai” ditulis dengan dua kanji “ai” dan “koi”. Kata ini mengandung makna “asmara”. “Rennai kekkon” adalah “pernikahan yang didasarkan oleh cinta”, yang berseberangan dengan “miai-kekkon” [pernikahan karena dijodohkan]. “Rennai-shousetsu” adalah “sebuah kisah asmara” atau “sebuah novel percintaan”. Judul film , “As Good as it Gets” diterjemahkan menjadi “Renai-shousetsuka” [sebuah novel yang menceritakan tentang kisah asmara seorang penulis].

Di bawah ini ada beberapa peribahasa yang juga menggunakan ‘koi’

>> Koi ni shishou nashi. //Love needs no teaching.//Cinta ngga perlu dipelajari.
>> Koi ni jouge no hedate nashi.//Love makes all men equal.//Cinta membuat para pria menjadi jahat.
>> Koi wa shian no hoka.//Love is without reason.//Cinta ngga perlu alasan.
>> Koi wa moumoku.//Love is blind.//Cinta itu buta.
>> Koi wa nesshi yasuku same yasui.//Love becomes deep easily, but cools down soon.// Maapp, saya terbentur menerjemahkan yang satu ini.:D


"Soushi-souai" adalah salah satu dari yoji-jukugo. Yang berarti, "saling mencintai satu sama lain."

Kadang-kadang orang Jepang menggunakan bahasa Inggris ‘love’ dengan baik, walaupun dalam pengucapannya menjadi "rabu" [sejak tak dikenalnya huruf ‘L’ atau ‘V’ dalam Bahasa Jepang.

“A love letter [surat cinta]” biaanya disebut “rabu retaa”. “Koibumi” terdenat sedikit kaku dan lebih mengacu pada kata sastra dibanding ke arah kata percakapan. “Rabu shiin” adalah “suasana cinta” [kalau saya tak salah mengartikan =D]. Orang-orang muda mengatakan “rabu rabu” ketika mereka sedang merasa benar-benar jatuh cinta.

“Ai” bisa dipakai untuk nama perempuan. Seorang anak bayi kerajaan dinamakan “Aiko”, yang ditulis dengan huruf kanji “cinta” dan “anak”. Namun demikian, “koi” jarang dipakai untuk nama.

Ada pengucapan yang sama dengan “ai” dan “koi”. Sejak keduanya memiliki makna yang berbeda, saya kira tak akan ada kekeliruan bila dipakai pada kalimat yang tepat. Dengan huruf kanji yang berbeda, “ai” berarti “indigo [nila] biru”, dan “koi” berarti “sejenis ikan tawar”. Hiasan kertas ikan tawar yang dipajang pada saat Hari Anak [5 Mei] disebut koi-nobori. (my.opera.com/m_ulan_n/blog)



Read more »

*Perbedaan antara Partikel Wa dan Ga dalam Bahasa Jepang



Penunjuk Topik dan Penunjuk Subyek

Secara kasar, wa adalah penunjuk topik, dan ga adalah penunjuk subyek. Topik sering sama dengan subyek, tapi hal itu tidaklah penting. Topik bisa tentang apa saja yang diinginkan si pembicara [ini bisa saja tentang obyek, lokasi atau unsur tata bahasa lainnya]. Dalam Bahasa Inggris, hal ini artinya sama dengan "As for ~" atau "Speaking of ~."
Attau dalam Bahasa Indonesia, mungkin artinya seperti “Bagi ~” atau “Berbicara tentang~” :D
Misal:

Watashi wa gakusei desu.
Saya adalah seorang pelajar. [Bagi saya, saya seorang pelajar.]
Nihongo wa omoshiroi desu.
Bahasa Jepang menarik. Berbicara tentang Bahasa Jepang, Bahasa Jepang menarik.


Perbedaan Mendasar antara Ga dan Wa

Wa dipakai untuk menandakan bahwa sesuatu sudah diperkenalkan pada percakapan, atau sudah dikenal baik oleh si pembicara maupun si pendengar [kata benda atau nama seseorang]. Ga dipakai pada keadaan atau kejadian baru saja diberitahukan atau baru diperkenalkan. Misal:

Mukashi, mukashi, ojii-san ga sunde imashita. Ojii-san wa totemo shinsetsu deshita
Suatu hari, tinggalah seorang kakek-kakek. Sang Kakek adalah orang yang sangat ramah.

Pada kalimat pertama, kata ojii-san diperkenalkan pada pertama kali pembahasan. Pada kalimat kedua, menggambarkan tentang bagaimana sosok ojii-san yang disebutkan pada awal kalimat. Ojii-san di sini sekarang adalah topik dan ditandai dengan wa sebagai pengganti ga.


Wa yang Menunjukkan Bentuk Perlawanan/Pertentangan

Selain sebagai penunjuk topik, wa dipakai untuk menunjukkan pertentangan atau memberi penekanan pada subyek. Misal:

Biiru wa nomimasu ga, wain wa nomimasen.
Saya minum bir tapi tidak minum anggur.


Suatu kalimat bisa mengandung unsur perlawanan baik yang disebutkan atau tidak disebutkan, tapi dengan pemakaian yang seperti ini, tersirat bentuk pertentangan. Misal:

Ano hon wa yomimasen deshita.
Saya tidak membaca buku itu [walaupun saya membaca buku yang satunya lagi].


Partikel seperti ni, de, kara dan made dapat digabungkan dengan wa [dua partikel] untuk menunjukkan pertentangan. Misal:

Osaka ni wa ikimashita ga, Kyoto ni wa ikimasendeshita.
Saya telah pergi ke Osaka tapi tidak pergi ke Kyoto.
Koko de wa tabako o suwanai de kudasai.
Mohon tidak merokok di sini.

Apakah wa menyatakan topik atau bentuk pertentangan, hal itu tergantung pada konteks atau intonasi kalimat.


Ga Dipakai pada Kalimat Pertanyaan

Ketika sebuah kata tanya "siapa" dan "apa" adalah subyek dalam sebuah kalimat, maka akan selalu diikuti dengan ga, dan bukan dengan wa. Ketika menjawab pertanyaan pun, juga harus diikuti dengan ga. Misal:

Dare ga kimasu ka?
Siapa yang datang?
Yoko ga kimasu.
Yoko yang datang.

Ga sebagai Penegas

Ga dipakai untuk menegaskan atau membedakan dengan jelas pada seseorang atau sesuatu dari lain hal yang bersifat umum. Kalau sebuah topik ditunjukkan dengan wa, penafsiran adalah bagian yang terpenting pada kalimat. Di sisi lain, kalau subyek ditandakan dengan ga, maka subyeklah yang menjadi bagian penting dari kalimat. Misal:

Taro wa gakkou ni ikimashita.
Taro sudah berangkat ke sekolah.
Taro ga gakkou ni ikimashita.
Tarolah yang [sudah] berangkat ke sekolah./Yang [sudah] berangkat sekolah adalah Taro.


Ga yang Dipakai dalam Keadaan Khusus
Obyek dalam sebuah kalimat biasanya ditandai atau diikuti dengan partikel o, tapi pada beberapa kata kerja dan kata sifat [yang menyatakan perasaan suka/tidak suka, keinginan, kemampuan, kebutuhan, perasaan takut, iri dan lain-lain] memakai ga dipakai sebagai pengganti o. Misal:

Kuruma ga hoshii desu.
Saya ingin sebuah mobil.
Nihongo ga wakarimasu.
Saya mengerti Bahasa Jepang.


Ga pada Anak Kalimat Kedua [*subordinate bisa diartikan sebagai 'anak kalimat kedua' kan yah :D]

Subyek pada anak kalimat kedua, biasanya memakai ga untuk menunjukkan bahwa subyek pada anak kalimat pertama dan anak kalimat kedua berbeda.
Watashi wa Mika ga kekkon shita koto o shiranakatta.
Saya tidak tahu kalau Mika sudah menikah.

Nah.. Sekarang mari kita ambil kesimpulan dari cara pemakaian dua partikel tersebut..

Wa
>> Sebagai penunjuk topik
>> Sebagai bentuk perlawanan/pertentangan

Ga
>> Sebagai penunjuk subyek
>> Dipakai pada saat membuat kalimat pertanyaan [dan pada saat menjawab pertanyaan tersebut, hendaknya memakai partikel ini juga]
>> Untuk menunjukkan penegasan
>> Sebagai pengganti partikel o
>> Dipakai pada untuk menghubungkan dua anak kalimat yang berbeda dalam satu kalimat. (my.opera.com/m_ulan_n/blog)
Read more »

Kata Ganti dalam Bahasa Jepang



Kata ganti orang adalah sebuah kata yang mengambil alih kata benda.
Dalam Bahasa Jepang ada banyak variasi kata ganti tergantung dari jenis kelamin atau gaya berbicara seseorang.

Kalau konteksnya jelas, orang Jepang memilih untuk tidak menggunakan kata ganti orang. Adalah hal yang penting untuk mempelajari cara menggunakannya, tapi juga penting untuk memahami bagaimana cara untuk tidak menggunakannya.

Berikut adalah kata ganti orang dalam Bahasa Jepang.

-
Berhubung saya masih belum tahu cara menampilkan tabel di sini, maka saya cuma akan menuliskannya sebisa saya saja ya =D
-


Saya
Watakushi - sangat formal

Watashi - formal
Boku [gaya bicara laki-laki]
Atashi [gaya bicara perempuan] - tidak formal
Ore [gaya bicara laki-laki] - sangat tidak formal

Anda
Otaku - sangat formal
Anata - formal
Kimi - tidak formal
Omae [laki-laki] sangat tidak formal
Anta


Di antara sekian kata ganti, watashi dan anata yang sering digunakan.
Walau bagaimanapun, hal semacam itu sering diabaikan. Ketika ditujukan pada atasan anda, penggunaan anata tidaklah sesuai dan mesti dihindari. Sebagai pengganti gunakanlah nama seseorang.

Anata juga digunakan oleh para istri untuk memanggil suami mereka. Omae sering digunakan oleh para suami untuk memanggil istri mereka, walaupun hal ini terdengar sedikit kuno.

Kata ganti untuk orang ketiga adalah kare [dia-lelaki] atau kanojo [dia-perempuan]. Dibanding menggunakan kata-kata tersebut, lebih dipilih menggunakan nama seseorang atau menggambarkan mereka sebagai ano hito [orang itu]. Dalam hal ini tidaklah penting untuk menyertakan jenis kelamin.

Kyou Jon ni aimashita.
Saya melihat Jhon hari ini.

Ano hito o shitte imasu ka?
Apakah anda mengenal orang itu?

Kare atau kanojo sering diartikan sebagai "kekasih”.

Kare ga imasu ka?
Apakah anda memiliki kekasih?

Watashi no kanojo wa kangofu desu.
Kekasih saya adalah seorang perawat.

Untuk menyatakan jamak, akhiran ~tachi ditambahkan misalnya pada watashi-tachi [kami] atau anata-tachi [kalian]. Akhiran ~tachi dapat ditambahkan bukan hanya pada kata ganti tapi juga beberapa kata benda yang berhubungan dengan orang. Sebagai contoh, kodomo-tachi yang berarti “anak-anak”.

Untuk kata anata, akhiran ~gata kadang digunakan sebagai pengganti ~tachi. Anata-gata lebih formal dibanding anata-tachi. Akhiran ~ra juga digunakan untuk kare seperti karera [mereka].

--
Sumber: Namiko Abe (my.opera.com/m_ulan_n/blog)
Read more »

*Penggunaan ~to omou



Ketika mengekspresikan pemikiran, perasaan, pendapat dan perkiraan, ~to omou [saya kira]sering digunakan.
Partikel to mengindikasikan bahwa kalimat yang bersangkutan atau kata-kata merupakan semacam quote.

Sejak ~to omou selalu mengarah pada pemikiran seseorang, watashi wa biasanya diabaikan.

Ashita ame ga furu to omoimasu.
Saya kira besok akan turun hujan.

Kono kurum aw takai to omou.
Saya kira mobil ini harganya mahal.

Kare wa Furansu-jin da to omou.
Saya kira dia orang Perancis.

Kono kangae o dou omoimasu ka?
Bagaimana menurutmu anda tentang ide ini?

Totemo ii to omoimasu.
Saya kira ini sangat bagus.

………….

Oyogi ni ikou to omou.
Saya kira saya akan pergi berenang.

Ryokou nit suite kakou to omou.
Saya kira saya akan menuli menulis tentang perjalanan saya.

Untuk menunjukkan pemikiran atau pendapat, maka pada saat mengucapkan, bentuknya menjadi ~to omotte iru [saya kira saya akan~] sering digunakan ketimbang ~to omou.

Haha ni denwa o shiyou to omotte imasu.
Saya pikir, saya akan menelpon Ibu.

Rainen nihon ni ikou to omotte imasu.
Saya bermaksud pergi ke Jepang tahun depan.

Atarashii kuruma o kaitai to omotte imasu.
Saya kira saya ingin membeli sebuah mobil baru.

Kalau subyeknya adalah orang ketiga, ~to omotte iru digunakan secara khusus.
Kare wa kono shiai ni kateru to omotte iru.
Dia kira dia akan memenangkan pertandingan ini.

Mungkin untuk menyatakan bentuk negatif suatu kalimat yang menggunakan to omou bisa menggunakan to omowanai yang berarti [saya tidak berpikir bahwa~]. Tetapi walau bagaimanapun, hal ini akan lebih menunjukkan keraguan seperti “saya ragu bahwa~”

Maki wa ashita konai to omoimasu.
Saya kira Maki tak akan datang besok.

Nihongo wa muzukashikunai to omou.
Saya kira bahasa Jepang tidaklah sulit.


__
Sumber: Namiko Abe (my.opera.com/m_ulan_n/blog)
Read more »

Bahasa jepang: kata tanya dan cuaca



Percakapan di jepang di mulai dengan mengucapkan sumimasen (permisi).

Untuk membentuk pertanyaan ya/tidak, tambahkan partikel ka di akhir kalimat. Misalnya:

  • Jon wa kimasu artinya “John akan datang.”
  • Jon wa kimasu ka artinya “Apakah John akan datang?”

Untuk bertanya hal yang lebih spesifik, gunakan kata tanya dan diakhiri partikel ka di akhir kalimat.



Kata tanya

Arti

dare

siapa (informal)

doko

Dimana

donata

Siapa (formal)

dore

Yang mana

do

Bagaimana

ikura

Berapa

itsu

Kapan

nani

Apa

  • Doko ni ikimasu ka. (kamu mau pergi kemana?)
  • Ima, nan-ji desu ka. (jam berapa sekarang?)
  • Mein Sutorito wa doko desu ka. (Main Street dimana?)

Bicara tentang cuaca

Tenki (cuaca) adalah topik netral. Ketika cuaca cerah, awali percakapan dengan Ii tenki desu ne (cuacanya bagus yah?). Berikut adalah kata sifat yang berhubungan dengan cuaca:

  • atatakal (hangat)
  • atsui (panas)
  • mushi-atsui (lembab)
  • samui (dingin)
  • suzushii (sejuk)

Dalam konteks sopan atau formal, tambahkan desu diakhir kata sifat. Misalnya ucapkan Atsui desu (panas) atau Atsui desu ne (panas ya?).

Bisa juga menggunakan kata benda yang berkaitan dengan cuaca:

  • ame (hujan)
  • arashi (badai)
  • hare (cerah)
  • kumori (mendung)
  • yuki (salju)(materibelajar.wordpress.com)
Read more »

10 ungkapan bahasa jepang favorit



yatta (berhasil!)

Ucapkan yatta ketika mencapai sesuatu atau menerima kesempatan bagus. Lulus ujian, dapat pekerjaan yang diinginkan, atau menang undian semuanya bisa mengucapkan yatta.

Honto (sungguh)

Bilang honto untuk memastikan apa yang baru saja kita dengar. Misalnya, teman kantor kita bilang dia mau nikah dengan bos. Kita bilang honto. Kita bisa mengucapkan honto dalam berbagai situasi karena situasi yang sulit dipercaya bisa terjadi setiap hari.

A, so desu ka (oh, gitu)

Katakan a, so desu ka setiap teman bicara kita memberikan informasi baru. Katakan ini sambil menganggukan kepala. Orang jepang bisa menggunakan ungkapan ini lebih dari 200 kali dalam waktu 1 jam.

Mochiron (tentu saja!)

Gunakan kata ini ketika yakin 100% dengan pendapat kita. Jika suami bertanya apakah kita bahagia menikah dengannya, jangan pikir dua kali, langsung jawab mochiron.

A, yokatta (Oh,syukurlah)

Ucapkan a, yokatta setiap kita merasa lega dari apa yang kita cemaskan ternyata tidak terjadi.

Zenzen (tidak sama sekali)

Zenzen digunakan untuk menyangkal. Misalnya ada orang bertanya: apakah saya mengganggumu?, jika ia tidak mengganggu, katakan zenzen dan gelengkan kepala.

Nani (apa?)

Katakan nani ketika kita tidak dengat atau tidak mengerti apa yang diucapkan orang. Kita juga bisa bilang nani ketika tidak percaya atau tidak suka dengan apa yang kita dengar.

Doshiyo (apa yang harus aku lakukan?)

Ucapkan doshiyo ketika sedang panik dan tidak tahu apa yang harus dilakukan. Kita bisa mengucapkannya beberapa kali sambil memikirkan jalan keluarnya.

A, bikkurishita (bikin kaget saja!)

Ucapkan a, bikkurishita ketika kita terkejut.

yappari (tuh kan, apa aku bilang)

Kadang kita udah tahu bahwa sesuatu akan terjadi, dan ketika benar-benar terjadi, maka kita bilang yappari.(materibelajar.wordpress.com)

Read more »

Memperkenalkan teman kepada orang lain



*Ditulis oleh Tia

Tanaka:

Konnichiwa. = halo

Kimura:

Konnichiwa. = halo

Tanaka:

Kimura-san, kochira wa watashi no tomodachi desu.
Yamada Hiroko-san desu. = Pak Kimura, ini teman saya, Hiroko Yamada.

Yamada:

Hajimemashite. Yamada Hiroko desu. Douzo yoroshiku. = Senang berkenalan, saya Hiroko Yamada. Senang bertemu anda.

Kimura:

Kimura Ichirou desu. Douzo yoroshiku. = Saya Ichirou Kimura, senang bertemu anda.

Yamada:

Gakusei desu ka. = Apa anda mahasiswa/pelajar?

Kimura:

Hai, gakusei desu. = Iya, saya mahasiswa.

Yamada:

Go-senmon wa. = Apa jurusan anda?

Kimura:

Keizai desu. Anata mo gakusei desu ka. = Ekonomi. Apa anda mahasiswa juga?

Yamada:

Iie, hisho desu. = Bukan, saya sekretaris.

Kimura:

Sou desu ka. = Oh, gitu.


Catatan: Orang jepang menyebutkan nama keluarga duluan ketika menggunakan nama lengkap. Misalnya, Kimura Ichirou, Ichirou adalah nama kecilnya dan Kimura adalah nama keluarga. Orang jepang tidak punya nama tengah. Orang jepang dewasa jarang dipanggil dengan nama kecil, tapi nama keluarganya.(materibelajar.wordpress.com)

Read more »

Kamus



*sambungan cara konyol belajar bahasa jepang

0,1,2,3,4,5,6,7,8,9

  • 0 = zero / rei, gampang
  • 1 = ichi, ingat: hiji (sunda), siji (jawa)
  • 2 = ni, ingat: niniii... sudaaaah tuaaaaa... giginyaaaa tinggaaaal duwaaaaa...
  • 3 = san, TODO: insert-gambar-pisang-3
  • 4 = shi / yon, ingat: angka 4 nulisnya doyong ke kanan
  • 5 = go, ingat: go-cap, go-pek
  • 6 = roku, ingat: angka 6 seperti kait buat ngebuka rok :D
  • 7 = nana / sichi, ingat: nana, pacarku yang ke-7, suka mandi kembang 7 rupa, biar bisa main 7 hari 7 malam :)
  • 8 = hachi, ingat: 8 kayak lubang hidung, tempat ingus keluar kalo flu: hachi! hachi!
  • 9 = kyuu / ku, ingat: angka 9 dalam permainan kartu = kyu!
  • 10 = jyuu, ingat: inget gak kalo bencong disalon mau cuciin rambut kita? dia pasti bilang.... cuci dulu yuk...? dia pasti jawab lagi... jyuu...!

A

ame < 雨 > = hujan

  • waktu hujan turun, bayiku nangis kenceng. jadinya harus diajak becanda pake lagu "pok ame ame, belalang kupu kupu..."

ani < 兄 > = kakak laki-laki

  • aneh, kakak laki-laki kok namanya ani... orang jepang memang aneh...

ane < 姉 > = kakak perempuan

  • kakak perempuan gue aneh, orangnya kayak sadako (tokoh serem di film The Ring)

atarashii < 新しい > = baru

Cara lucu untuk mengingat:

  • kalo masih baru, pasti masih bau terasi, ihihihi...

ashita < 明日 > = besok

Cara nggak lucu untuk mengingat:

  • besok pergi ngapel ke rumah shita

atsui < 暑い > = panas

Cara lucu untuk mengingat:

  • kalau kepanasan, bisa bersin-bersin "hatchi, hatchi, hatsui!""
  • kalau kepanasan, orang Jawa akan mengumpat atsu! panas temen iki rek!!!

B

bengoshi < 弁護士 > = pengacara, lawyer

  • yang bisa jadi pengacara itu pasti selalu orang yang jadi biang gosip!

benri < 便利 > = nyaman (praktis)

  • hehe, orang yang sakit benri-benri pasti praktis kalo kebelakang, langsung crot.

biru = gedung

  • gedung yang tinggi, puncaknya pasti ada di langit yang biru

biiru = bir/beer (bedanya cuma ditulis pakai katakana, bukan hiragana)

  • lagi tinggi gara-gara kebanyakan minum biiru

buta < 豚 > = babi

  • ingat orang tua pernah berkata Janganlah mem-BABI BUTA.

byooin < 病院 > = rumah sakit

  • semua orang yang datang ke rumah sakit pasti sedang kena sakit boyok, lagi in!? cat: boyok = sakit pinggang (jawa)

C

chichi < 父 > = bapak (untuk menyebut bapakku. bapak orang lain = otoosan)

  • bapakku adalah pendekar taichi chi chi chi... bukan echo cho cho cho cho...

Chiisai < 小さい >, Chii = kecil. chibi biasanya dipakai untuk kata imut.

  • Biasanya kalo cewe mo ngatain cowonya, begini-nih, "Chiii..Say.. kok kecil beneeerrr?".

Chikai < 近い > = deket

  • Waktu itu Fivda pagi-pagi disuruh ke Sugity untuk pertama kalinya.. Karena belum tau tempatnya dia panik.. "Wehhh dimana tuh Sugity ??? " Jawab gw " Itu di Chikairang deket kok dari sini cuma sejam" dan Fivda pun pergi dengan hati senang :D
  • Chika itu temen gue yg rada-rada nyebelin soalnya suka deket2. "Chika iiih.. jangan deket2 donk, bulan puasa nih"

D

daitouryou < 大統領 > = presiden, fuku daitouryou< 副大統領 > = wakil presiden

  • presiden kita itu sebenarnya adalah seorang dai tooh, ryoo? yuuuk...

(ps: bayangin SBY sedang ceramah pinjem sorbannya Aa Gym, yuuuk...)

  • dai-tour-you : presiden kita adalah seorang dai yang sedang tour sama you! :D

dare < 誰 > = siapa

  • Kue dare(tar) sapa nehh.. enak benerrr...

denki < 電気 > = listrik

  • kesetrum listrik membuatku dengki sama PLN!

denwa-bango < 電話番号 > = telpon

  • kalo mo nelpon, cekik dulu leher si dewa bangau, anggap aja lehernya itu gagang telpon :))

doa = pintu

  • doa mirip pengucapannya dengan door (door [en] = pintu)
  • jika ingat pintu, ingat selalu pintu kubur, hiii... jadi biar nggak lupa untuk membaca doa dulu
  • setiap kali melihat pintu, tempelin doa masuk pintu biar selamat :)

doko < どこ > = di mana

  • doko (doku) gw ilang nehhh .. ada yg tau dimana ga? pasti si Fivda yang ngambil :D

dochira = di mana (synonim nya doko)

  • dooough chira chira ada di mana dompet gue? pasti Si Fivda (lagi) yang ngambil :D

douzo = Silahkan. douzo yoroshiku = Senang bertemu denganmu. douzo yoroshiku onegaishimasu = Lebih sopan dari yang di atas, biasanya dipakai pada waktu pertemuan/konferensi.

  • Kalau membukakan pintu, selalu orang jepang bilag "Douzo" sambil nunduk yang artinya "Silahkan"(masuk). Urutannya biasanya gini: Dourong pintu trus mendouyongkan badan, bilang Douzo.

doushite, doushita, doushita mono ka, doushitemo(pendeknya dari donna koto wo shite mo) = macam-macam "bagaimana". Doushite bisa juag diartikan sebagai "mengapa".

  • Ingat dasarnya saja, doushite. Selanjutnya bisa anda kembangkan sendiri.

dorayaki = Sejenis kue yang seringkali diterjemahkan sebagai donat (mana bolongnya ya...) di edisi-edisi awal Doraemon.

  • Supaya inget, baca terus manga karya Fujimoto Hiroshi dan Abiko Motoo yang sangat terkenal, Doraemon!

doya doya = datang dengan ramai, ramai

  • Kalo orang yang suka foya-foya, berarti suka menghabiskan uang dalam jumlah banyak!

E

E = Lukisan. E... (lukisannya) bagus ya?

eetoo = tidak ada artinya, biasanya digunakan untuk jeda, sambil mikir mo ngomong apa

eiga = Movie / Film tapi juga bisa dibilang Bioskop

  • bioskop eiga

F

furui = Lama / Furui = tua Huruf F hanya ada pada HU, yg selalu di baca Fu. Tedapat pada gunung Fuji. Furui = Tua

  • dalam bahasa jepang huruf F sering digantikan dengan huruf H, sebab tidak ada Huruf F.

Nah teman-teman Hu-Jit-Suu, selama ini kita bekerja diperusahaan yang salah. sebab dijepangnya sono, katanya ngga ada Fu-Jit-Suu.

G

gohan = nasi (sudah dimasak), makanan

  • kalo inget makan nasi, inget sama Son Gohan (tokoh utama Dragon Ball Z). Soalnya Son Gohan selalu rakus sama nasi, makannya biasanya 7 piring!
  • kata-kata turunan dari gohan:
    • asagohan = makan pagi (sarapan)
    • hirugohan = makan siang
    • bangohan = makan malam

gurai = kira-kira

  • kira-kira kalo muke elo disiram gurai kambing, bonyok nggak ya?

genki = baik-baik saja / sehat

  • (Eg. ougenki desuka? (Apakabar?/Apakahbaik2 saja?) jawab: Hai, Genki desu (Sehat2 saja))
  • anggota genk selalu sehat-sehat, karena terbiasa tawuran.

ginko = bank

  • (nggak lucu) kalo genki = sehat, bank yang sehat = genki ginko
  • (kalimat orang aneh:) Saya pernah nanem ginko babat di brankas bank saya... hehehe

H

haha = ibu

  • ibuku adalah orang yang paling lucu sedunia... hahaha... :))

hajime = mulai

  • kalau mau memulai sesuatu, selalu minta ijin sama haji me (haji memetz)
  • (nggak lucu): kalau mau tanding, biasanya wasit gulat bilang hajime!

hajimemashou = mari kita mulai

  • [___]mashou = mari kita [___]

Contoh:

  • hajimemashou = mari kita mulai (hajime = mulai)
  • owarimashou = mari kita akhiri (owari = akhir)
  • kaerimashou = mari kita pulang (kaeri = pulang)
  • main mashou = main mas yuuuk... (main = play :))

heta = tidak mahir

  • watashi wa nihongo ga heta desu = bahasa jepangku ga mahir
  • heta bisa di ingat dengan mudah itu sebenernya singkatan... "heh tablo" banget sih lu !!!
  • indi dan raisa, kita mulai nyok!!!

herikutsu = berkilah, berdalih, mencari-cari alasan, menghindar

  • hari ini adalah hari kusut sedunia (dus, hari-kusut ~~> herikutsu), karena gw belon bisa bayar utang (utangnya sih cuman seribu perak), harus cari-cari alasan biar bisa menghindar bayar tahun depan (dus, hari-kusut == berdalih, cara-cari alasan untuk menghindar)."

hi = api

  • api? hiiiii, sereeemmm...

hiru = kering, siang hari, lintah

  • kalo dihisap lintah, khulit jadi bhiru dan khering, seperti terbakar matahari di siang hari
  • kalo masih siang, warna langit masih hiru :D
  • Catatan: Jangan tertukar dengan biru (biru = gedung, bir)

hirugohan = siang nasi, makan siang

  • sederhana saja, gabungkan hiru (siang) dan goban (nasi)

hirusugi = sore (setelah siang)

  • lihat entry: hiru = siang, sugi = setelah

hisashiburi = lama tidak berjumpa

  • di negeri antah berantah, kalo orang udah lama nggak ketemu, pas ketemunya harus melakukan ritual hisap si burit (bandung: burit = p*nt*t)
  • kalo udah lama nggak ketemu, ke belakang sono, hisap hisap buritan kapal! (atau buritan yang lain juga boleh :D)

hisho = sekretaris

  • cara nginget Sekertaris Lucu -> Minta nomer HPnya donk!
  • sekretaris kantor gue suka hishop-hishop jarinya oom direktur, hihihihi... :D

I

ikura = berapa

  • kalo mau nanya berapa, selalu tanyain ke pak kura-kura ninja saja.
  • semilyar kura-kura sedang berjemur di tepi pantai, sepanjang penglihatan hanya terlihat kura-kura saja, tak tampak seekor monyet pun. Jadi, berapakah jumlah kura-kuranya? (tentu saja semilyar, dong, ah bodor... )

ima = sekarang

  • nggak ada cara lucu untuk mengingatnya

imasu = ada.

  • untuk benda hidup misalnya orang atau suami suami yang ketauan lagi jajan ditempat gelap terus istrinya bilang... ih mas kok ada disini? (sambil nampol)

imooto = adik perempuan

  • adik perempuan gue imut banget, lucu kayak boneka, pipinya sering gue cubit-cibitin :D

isha = dokter

  • dokter-dokter pada nggak mau sholat isha, sibuk banget sih, katanya sih ntaran aja kalo udah subuh.

itadakimasu = yuk kita makan, kalimat yang diucapkan sebelum makan

  • kata kuncinya adalah ita, daki, mas.
  • pertama-tama, bayangkan anda pergi ke sebuah restoran yang menyediakan menu daki si ita, ah, ngaco anda bilang? ingat, semakin ngaco, semakin mudah diingat lhooo...
  • si ita (purnamasari) nggak pernah mandi, badannya penuh daki, jadi, menu favorit di restoran si ita ini adalah daki si ita, karena si ita orang jawa, maka ketika pelayannya menyodorkan menu ini, dia akan bilang: ita daki, maaas...

itsu = kapan

  • eh itsu sepatu belinya kapan? atau itsu itsu kita jalan jalan lagi ya

J

jin = orang

  • Tulisan di atas dibacanya "Jin sama dengan Orang", kita semua tau ini bohong, ternyata orang jepang tukang tipu juga.

nihon jin = orang jepang

  • semua orang jepang adalah keturunan jin!.

K

kaeri = pulang kaerimashou = mari kita pulang

  • kalo kita naik angkot, dan sudah nyampe (pulang) ke rumah, biasanya kita bilang kaeri, kaeri, bang!.

kamu =gigit

  • kamu jangan gigit yang itu dong sayang kan cuma atu-atunya !!.

kaisha = perusahaan

  • perusahaan adalah tempat untuk meng kaish-kaish rejeki

kaishain = karyawan perusahaan

  • penambahan akhiran "[___] in" memiliki arti: "penghuni dari [___]"

Contoh:

  • kaishain = penghuni perusahaan (karyawan perusahaan)
  • contoh lain lagi duongg...

kanai = istri

  • ingat lagunya A Rafiq: kana, kana, engkaulah gadis india, pujaan hatikuu...
  • lihat entry: shujin = suami (ingat sujen). Suami suka nusuk-nusukin sujen, istrinya akan bilang kena!, kena!, kena! kalo pas kena enaknya. Kalo pas kena nggak kenanya, dia akan bilang: ayo, berusahalah... uuh, aah, uuh, oooh... :D

kantan = mudah, gampang

  • untuk membat kantan dari parutan kelapa, mudah dan gampang! tinggal ambil parutan, ambil kelapa, tamparin ke pipi si Fivda yang chubby :D, trus diperes-peres, dapet deh kantan kelapa chubby :D
  • be-kantan adalah sejenis monyet yang idungnya gede, dan kalo bulan purnama bagian pan*at nya merah dan membesar seperti abis ditabokin anak-anak SMA. Kalo ngga tau juga, Ini salah satu Icon di Dufan. Jadi inget aja.. "Kalo be-kantan aja bisa, kenapa gue engga".. gampang kan?

kasa = Payung

  • dijepang cuma ada payung kasa(rangka/jaring2). Percuma buat kehujanan. <--- howakakakakakak... yang ini lucu banget... langsung apal! hwakakakakak....

kazoku = keluarga

  • belum lucu: keluargaku adalah kazo (hadiah) terindah buatku

Contoh penggunaan:

  • kazoku wa gonin desu = keluarga saya lima orang (ada lima orang dalam keluarga saya)

kawai = imut

  • bayangkan sebuah kawah yang imut, dari bibir kawahnya mengeluarkan boneka-boneka yang imut :)

keitai-denwa = henpon, HP, telepon genggam

  • bayangin henpon kamu adalah henpon yang paling jelek sedunia, sehingga kamu benci banget megangnya, trus saking jengkelnya, jadi pengen ngebanting sambil bilang, "hape kaya tai dewa!"

kosui = banjir!

  • bayangin anak-anak kos di UI yang tiap hari harus selalu berhadapan dengan banjir!
  • JAWA TIMURAN: kok sui gak teko-teko? (=kok lama nggak datang-datang?) Omahku banjir, rek!

kuchi = mulut

  • sebaiknya mulutmu harus dikunchi deh karena membuat polusi udara diruangan ini.

[___] kudasai = tolong [___]

  • Contoh
    • mite kudasai = tolong dilihat (lihatlah)
    • kiite kudasai = tolong didengar (dengarlah)
    • yonde kudasai = tolong dibaca (bacalah)
    • kaite kudasai = tolong ditulis (tulislah)
    • itte kudasai = tolong diucapkan (ucapkanlah)
    • kotaete kudasai = tolong dijawab (jawablah)

Perhatikan bahwa hampir semua kalimat di atas diakhiri dengan [___]ite kudasai. Untuk menghafal:

  • mite: m asosiasikan dengan mata --> lihat
  • kiite: k asosiasikan dengan kuping --> dengar
  • yonde: transformasikan yonde menjadi konde berhufur Y untuk dibaca --> baca
  • kaite: asosiasikan kait dengan bulpen (bulpen berkait untuk menulis) --> tulis
  • itte: asosiasikan itte dengan itik yang berbunyi ciap-ciap --> ucap
  • kotaete: asosiasikan dengan kotak sulap yang bisa menjawab segala pertanyaan --> jawab

kurushii = susah hati, sedih

  • banyak orang bilang kalau aku terlihat sedih, kenapa siih ? habis kamu kurus shiiiiiiiii!!!!

kusou = bohong / pembohong , kalau di bagian ditambahkan awalan "chi" menjadi chi-kusoo artinya akan mirip dengan kata "Shit" dalam bahasa inggris.

  • ngga usah dikasih cara nginget mudah, biasanya kata-kata kasar gini gampang ngingetnya.
  • orang yang sholatnya khusyu, biasanya tukang bohong! (eh, gue tau faktanya nggak begitu, tapi ini kan pengen lucu-lucuan doang... maap, ye...)

kyou = hari ini. (Eg: kyou wa samui desu ne? = hari ini dingin yah?) ("kyo" dan "u" itu beda kanji, tapi tetap cara bacanya kyoo. Meskipun ada juga yang membaca kyou. ) (hati-hati jangan mengucapkan "kyou" saja sebelum tanda baca koma, karena ada 8 macam "kyou" yang bisa digunakan! Untungnya "kyou" yang ini saja yang memakai dua kanji(今日))

kyou = kitab suci budha

kyou = menteri

kyou = hiburan, senang

kyou = malang, sial

kyoukyou = gila

  • Orang yang kena sial terus menerus(kyou) bisa jadi gila(kyou-kyou)!

kyou = kuat

L

Orang Jepang nggak kenal huruf L. Jadi, praktis huruf L nggak pernah digunakan.

Huruf L biasanya digantikan dengan huruf R (gile bener yak, ngomong L aja belom bisa dah ngomong R duluan). Contohnya Mc.Donald akan dibaca "Ma-Ku-Do-Na-Ru-Do" , liat kan bagaimana huruf L jadi Ru, dan huruf sisanya jadi pada kaga karuan.

M

Minna = Semua

Minna-san = Eh loe pade-pade / Hee penontoon

  • (nggak lucu banget) inget tragedi di Mina ? waktu semuanya meninggal?

mizu = air

  • shim, shimizu... sedotannnya kuwat, semburannya kuwenceng...

musuko = anak laki-laki

  • anak laki-lakiku adalah musuhku! (gampang banget kan? jangan sedih, ini cuma biar apal doang... tentu saja anak laki-lakuku adalah sahabatku... :)
  • lihat entry: musume = anak perempuan

musume = anak perempuan

  • anak perempuan adalah musuhmu! (gampang banget kan? jangan sedih, ini cuma biar apal doang... tentu saja anak laki-lakuku adalah sahabatku... :)
  • lihat entry: musuko = anak laki-laki

muzukashii = sukar, rumit

  • muzu-r skali jimat yang di-kashii mbah dukun tapi pake-nya rumit & sukar di pake orang biasa

miriku = susu

  • miriku-r ingat mimik susu kiriku

N

nani = apa

  • apa? o [sensor]? o [sensor] ga suki desu ka?
  • Jawab: Haaaaiiii.. O-[sensor] ga dai-suki desu!
  • apa? kamu suka o [sensor] ?

niku = daging

  • kalo pengen makan daging, yang paling enak dimakan: yakiniku di hoka-hoka-bento.

nomu = minum

  • pas gw minum, gw selalu nemu permata, tapi kadang nemu sepatu juga dalam gelas... (bayangin!)

O

oini = sangat, amat, besar-besaran

  • ooo ini ya yang kamu bilang milik kamu besar tapi koq masih besaran milikku yaaa ??!!

oishii = lezat, enak

  • kalo ingat makanan lezat, pasti dalamnya ada isinya, biasanya ganja :))
  • oo ishii ganjaa... pantesan enak...

okaasan = ibu

  • bayangin ibu kamu adalah orang bali, badannya gede besar (gede = ookii), namanya I GEDE OKA SAN (OOKII ditransformasikan menjadi OKA).

onegaishimasu = Tolong

  • oh neng gai(ukin) shi(ninya) mas (dongsss), onegaishimasu nee(ng)

owari / owarimase= selesai

  • Kalo dah kecapean habis ngerjain tugas biasanya orang bilang, "Owa...rrrgh... dah selesai nih...

owarimashou = mari kita akhiri

  • [___]mashou = mari kita [___]

Contoh:

  • hajimemashou = mari kita mulai (hajime = mulai)
  • owarimashou = mari kita akhiri (owari = akhir)
  • kaerimashou = mari kita pulang (kaeri = pulang)
  • main mashou = main mas yuuuk... (main = play :))

ookii, hajime, ooini, dai, ta = Gede/Besar

  • emang sih, artis yang namanya Oki-lukman itu badannya guede amat.
  • OKI = organisasi yang anggotanya orang Arab, tau sendiri, kalo Arab, pasti anunya gedhe gedhe :D

otooto = adik laki-laki

  • adik laki-laki gue seorang bina raga, otot-ototnya menonjol-nonjol kayak bisul, dia suka makan bayam, dan sering niru gaya si popeye :)

P

pan = roti

R

rou = tua

  • orang tua biasanya kan giginya sudah rountok...

rika = ilmu pengetahuan (sains)

S

sai = umur

  • say! sayaaang, umur kamu udah tiga puluh satu taun, kok masih suka ngompol? masih suka ngisep jari? masih suka ngiler? dewasa dong... dewasa! malu aku jadi pacar kamu...

samui = dingin/adem

  • berteduh di bawah pohon asam di kampus UI? ademmmm!
  • pengen ngadem? berteduh saja di bawah pohon asam di UI, pohonnya ada freezernya lho... :D

sensei = suffix untuk guru (e.g. Tokuyou-sensei 德耀先生)

  • (nggak lucu): di china, semua suhu dipanggil sinshe

shain = karyawan

  • jadi karyawan nggak kaya-kaya? rashain!
  • Akhiran "-in" memiliki arti "penghuni". lihat kaishain.

shachoo = direktur, huku shachoo = wakil direktur

  • ngaco aja direktur itu.....,aku ngaco sama wakil direktur

shigoto = pekerjaan

  • kalau ingat tentang pekerjaan, ingat saja sama pekerjaan zygote
  • pekerjaan zygote adalah membawa kenikmatan dalam hubungan :D
  • apa pekerjaan kamu? pekerjaan saya adalah sebagai zygote, yang bekerja keras membawa benih pejantan menuju indung telur betina (halah! kepanjangan... :p)

shujin = suami

  • kalau ingat suami, ingat sujen (jawa: sujen = tusuk sate), karena semua suami hobi menusuk-nusukkan sujennya :)

sugi = setelah

  • setelah merampok bank, pasti kita jadi sugih (sugih[jw] = kaya)

suki = Senang/Suka

  • Cara ngga lucu: suki mirip ama suka, bedanya cuma huruf a diganti sama i
  • klo su jud ke arah ki blat.
  • Cara lucu: indomie ga suki .mirip di iklan,,lucu ga sih,,,,?

suri = tukang copet

  • tolong !!! dompetku di suri eh salah dicuri tukang copet!!!

susumu = maju

  • hai fivda susumu terlihat maju apa resepnya seh, jangan tersenyum aja.

T

taberu = makan

  • pas ngliat orang yg cepet jalannya takut terlambat...kamu teriakin kenceng2 aj "woi,klo jalan jangan taberu-beru (terburu-buru)donk?! ^0^"

takusan = Banyak

  • ta ku sangka, ternyata tikusnya banyak juga!

tango = kosakata

  • Bayangkan wafer tango disusun ke dalam rak-rak berderet (ingat rak di swalayan atau di perpustakaan). Setiap bungkus bertuliskan satu kata yang masing-masing berbeda-beda dan berurutan dari A sampai Z. Rak-rak yang diisi wafer tango ini menjadi sebuah kamus raksasa!
  • Setiap orang yang ingin mengetahui arti dari suatu kata harus pergi ke perpustakaan wafer tango ini :)

taishikan = kedutaan

  • kalo mau ke kedutaan, siap siap masker hidung ya, karena di sana banyak tai si ikan yang baunya amis!

tanjoubi = Hari Ulang Tahun, Kata Dasar bi berarti Hari

terebi = televisi

  • orang jepang nggak bisa bilang "V". Bunyi "B" digunakan untuk menggantikan bunyi "V".
  • orang jepang juga suka motong kata seenak perut mereka, sehingga yang seharusnya jadi "terebisi", disingkat jadi "terebi" saja.

tokei = jam

  • tokei tokei di dinding instead of cicak cicak di dinding.
  • untuk kamuflase, tokai tokai di dinding berubah menjadi jam dinding!

tomodachi = Teman/Kawan

  • Inget aja Tamagotchi Electronic Pet Friend. Sejenis mainan elektronik, yang biasanya jadi gantungan kunci, didalamnya ada karakter yang dapat di beri makan, minum, di beri obat, sampai besar. Lalu setelah besar dengan seenaknya pergi.

Tori = Burung(unggas) / Bird

  • tori in-furu-en-za kalau di artikan perkata jadi burung influensa atau burung flu. Kalau di bahasa indonesia itu kadang tidak baik jika di ucapkan. Karena seharusnya Flu Burung.

U

uisukii = whisky

  • gampang sekali. pengucapannya mirip.

ureshii = menyenangkan

Urusai = ribut, berisik, rewel

Cara inget Lucu:

  • Say... kamu kaya ngga ke-Urus-Say , baju dekil, rambut gimbal, celana robek-robek, sandal bolong, tali kolor aja sampe melar trus diiket-iket karet. (Sorry, jadi ngatain gini, kalo diterusin batal puasa nih)
  • anak kita di-Urus-dong-Say, rewel terus tuh, jadi berisik!

V

vodoka = Vodka

W

watashi = saya

Macam-macam saya

watashi = aku, saya (modern).

ware = saya(model lama).

watakushi = lebih formal.

atashi = dipakai oleh wanita.

atakushi = lebih formal.


Yang di atas adalah yang umum. Yang di bawah adalah versi khususnya.

boku = bahasa gaul, dipakai oleh lelaki biasanya.

ore = biasanya dipakai oleh pria, tetapi sangat jarang dipakai.

washi = Dipakai oleh pria tua ojiisan.

asshi = Dipakai dari periode Edo, dipakai oleh pria.

temae = Dipakai oleh para pedagang dari periode Edo, sangat merendah.

sessha = Dipakai oleh samurai dari periode Edo. Agak merendah.

ora = Dipakai oleh anak-anak.

wagahai = Betul-betul tua. Cuma sedikit orang yang mengetahuinya sekarang.

uchi = Dipakai oleh wanita dan dialek Osaka(Osaka-ben).

soregashi = Dipakai oleh samurai di periode Edo(saja, tidak dipakai sekarang).

X

Tidak ada X dalam bahasa Jepang. Yang ada adalah: ekkusu (dalam katakana).

Y

yasumi = istirahat

  • kalo mo istirahat, yok kita ciumi (yasumi) bantal guling bau iler, halah!
  • Catatan: oyasuminasai = selamat tidur

yasumimashou = mari kita istirahat

  • [___]mashou = mari kita [___]

Contoh:

  • hajimemashou = mari kita mulai (hajime = mulai)
  • owarimashou = mari kita akhiri (owari = akhir)
  • kaerimashou = mari kita pulang (kaeri = pulang)
  • main mashou = main mas yuuuk... (main = play :))

youkoso = Selamat datang, senang bertemu denganmu.

  • Cara rada-rada rumit: Jika anda bisa mandarin, coba jadikan you, ko, sou. You=ada. Ada orangnya nggak? Kalo ada kita sapa (biasa gitu kan kalo kita cari orang). Ko+u=mulut. Ucapkan dengan mulut. Sou, jadikan shou=tangan. Jabat tangan, jika anda baru bertemu pertama kali. Ya, seterusnya kembangkan sendiri menurut cara anda.

Z

zaa = Bunyi tiruan hujan zaa-zaa = Bunyi tiruan air zabun = Bunyi tiruan barang jatuh ke air zaku-zaku = Bunyi tiruan menginjak pasir zanbun / zanburi = Bunyi tiruan barang jatuh ke air, bunyi debur

  • Biasanya kalo di manga(komik jepang) kan kalo ujan ada tulisan zaaaaaaz... (tertulisnya ざあ~~~っ)
  • Ada zabun jato ke air...

zanpan = Sisa makanan

  • Kalo ada makanan jatuh, orang kaya bilangnya apa?(biasanya lho... terlalu kaya sih soalnya :P)


Selesai

Untuk mengakhiri sesuatu = "owarimasu"(おわりませ) atau "owarimase" (おわりませ?)

Contoh:

  • mari akhiri = "owarimashou"(おわりましょう)

Cara konyol untuk mengingat:

  • Akhiri perang! stop war!.
  • Oarimashyoo -> Oaaaaahh(ngantuk)ri mas ..yok
  • Owis Mari, artinya kalo boso jowo Udah Sembuh, udah selesai sakitnya, tinggal balikin ajah huruf M<->W, (sebut saja ini cara konyol dan ribet ala Kijo) :D
  • ketika kita udah selesai mandi dan tiba-tiba ada tamu, trus kita bilang "OH mari masuk!"
(wikibooks.org)
Read more »

 
Powered by Blogger